Rabu, 01 Juni 2011

Pelet Lele Tenggelam dan Apung

Benarkah pelet ada yang mengapung? Kalau pelet jenis ini sudah banyak yang tahu karena memang banyak pelet dijual dipasaran, tetapi sudah tahukah pelet jenis tenggelam? Seperti halnya kapal laut yang banyak berjenis mengapung, tetapi untuk yang kapal yang berjenis tenggelam bukan kapal karam melainkan kapal selam jumlahnya masih kalah dengan kapal apung. Kembali ke pokok bahasan di mana sudah banyak produk pelet terutama pelet lele yang berjenis tenggelam, untuk lebih jelasnya bisa lihat foto di bawah di mana ada perbedaan bentuk dan ukuran pelet.
       Kalau dilihat dari segi harga, pelet apung masih lebih mahal dibanding pelet tenggelam. Sudah banyak produksi pelet tengelam, tinggal kita menentukan pilihan, harganya juga bersaing satu merk dengan merk yang lain. Saya sendiri belum pernah menggunakan pelet ini akan tetapi saudara-saudara saya yang notabennya peternak lele dulu pernah menggunakan pelet tersebut tetapi akhirnya berhenti dan kembali ke pelet apung. Kenapa pelet apung lebih banyak digunakan para peternak lele? Menurut saya sederhana saja, jika anda pernah memberi pakan pelet apung ke kolam anda terlalu banyak maka akan tertinggal sisa-sisanya mengapung yang belum tentu dimakan oleh lele, coba kalau terapkan untuk pelet tenggelam di mana kita tidak bisa memantau secara detail bahwa pelet tersebut dimakan lele, apakah bersisa atau tidak. Nantinya bila sisa-sisa pelet dan limbah lele mengendap di dasar kolam bisa menimbulkan penyakit. Selain itu ikan lele dianugerahi sungut/kumis di moncongnya, apakah itu berfungsi pendetektor makanan atau tidak, saya juga belum mengetahuinya sehingga kita hanya bisa memperkirakan untuk memberi pelet supaya habis dimakan lele.




Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih